Bagikan ini:

" />
Published On: Jum, Okt 12th, 2018

Pangeran Saudi diduga berusaha pancing Khashoggi

Share This
Tags

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Ankara, CakrabuanaNews.com  —  Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, berusaha memancing jurnalis Saudi yang hilang, Jamal Khashoggi, untuk kembali ke Arab Saudi dan menahannya, Washington Post melaporkan Rabu.

Kolumnis Washington Post itu belum terdengar kabarnya sejak 2 Oktober, ketika dia mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul, di tengah spekulasi bahwa dia dibunuh oleh pemerintah Saudi.

Washington Post mengatakan adanya penyadapan intelijen AS terhadap para pejabat Saudi yang membahas rencana tersebut.

Menurut beberapa teman Khashoggi, selama empat bulan terakhir, para pejabat senior Arab Saudi yang dekat dengan pangeran telah memanggil Khashoggi untuk menawarkan perlindungan kepadanya dan bahkan menawarkan untuk bekerja di pemerintahan jika dia kembali ke negara asalnya.

Laporan itu mengatakan bahwa Khashoggi skeptis atas tawaran itu dan mengatakan kepada salah satu temannya bahwa “pemerintah Saudi tidak akan pernah menepati janjinya untuk tidak mencelakainya”.

“Dia mengatakan ‘Apakah kamu bercanda? Saya tidak mempercayai mereka sedikit pun,'” Khaled Saffuri, seorang aktivis politik Arab Amerika, dikutip oleh Washington Post.

Khashoggi adalah warga negara Arab Saudi yang bekerja sebagai editor di beberapa surat kabar Saudi termasuk Arab News dan Al-Watan.

Selama menetap di AS, dia tinggal di Virginia utara dan menjadi kontributor di Washington Post.

Washington Post mengatakan dalam laporannya bahwa sumber intelijen tentang rencana awal Arab Saudi untuk menahan Khashoggi telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah pemerintahan Presiden AS Donald Trump seharusnya memperingatkan jurnalis tersebut bahwa dia mungkin berada dalam bahaya.

“Agen intelijen memiliki kewajiban untuk memperingatkan orang-orang yang mungkin diculik, terluka parah atau tewas, sesuai dengan petunjuk yang ditandatangani pada 2015. Kewajiban itu berlaku, terlepas dari apakah orang tersebut adalah warga negara AS atau bukan. Sementara Khashoggi adalah residen AS,” ditambahkan.

Seorang mantan pejabat senior intelijen yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Washington Post, “Menangkapnya, atau yang bisa ditafsirkan sebagai penangkapannya, tidak akan memicu kewajiban-untuk-memperingatkan.”

“Jika sesuatu dalam penyadapan yang dilaporkan itu mengindikasikan bahwa kekerasan direncanakan, maka, ya, dia seharusnya diperingatkan,” kata pejabat itu.

Menurut Washington Post, Kantor Direktur Intelijen Nasional, yang mengawasi proses peringatan, menolak berkomentar apakah Khashoggi telah dihubungi atau belum.

Pihak berwenang Arab Saudi belum memberikan penjelasan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara – terutama Turki, AS dan Inggris – telah menyatakan keinginan mereka bahwa masalah ini harus diperjelas sesegera mungkin.

Menurut tunangannya, Hatice Cengiz, Khashoggi pertama kali tiba di Konsulat Saudi di Istanbul pada 28 September. Setelah diberitahu bahwa dokumennya akan siap dalam seminggu, Khashoggi pergi ke London dan kembali ke Istanbul pada 1 Oktober.

Khashoggi menelepon konsulat dan diberitahu bahwa dokumennya sedang dipersiapkan dan dia bisa datang ke konsulat. Dia pergi ke gedung konsulat pada 2 Oktober bersama dengan Cengiz tetapi tidak terlihat lagi setelah masuk ke dalam gedung. (adz/aa)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>