Bagikan ini:

" />
Published On: Ming, Okt 14th, 2018

10 Kecamatan Di Kota Bandung Rawan Likuefaksi

Share This
Tags

Bandung, CakrabuanaNews.com  —  Likuefaksi yang menelan daerah Petobo, Palu, Sulawesi Tengah ­beberapa waktu lalu, berpotensi juga terjadi di Kota ­Bandung. Sedikitnya ada 10 ­kecamatan di Kota Bandung yang punya kerawanan likuefaksi ­apabila terjadi gempa bumi.

Hal tersebut diungkapkan Kasubid I Perencanaan Infrastruktur dan Pe­ngembangan Wilayah pada Bappelitbang Kota Bandung Andry Heru Santoso dalam acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Wiranata­ku­­sumah, Kamis 11 Oktober 2018.

Kesepuluh kecamatan yang wilayahnya ra­wan mengalami likuefaksi ialah Antapani, Kiaracondong, Bandung Kidul, Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Astanaanyar, Regol, dan Leng­kong.

Likuefaksi atau pencairan tanah adalah fenomena yang terjadi saat tanah yang jenuh atau agak jenuh, kehilangan kekuatan dan kekakuannya. Hilangnya kekuatan dan keka­ku­an tanah itu terjadi akibat adanya tegangan seperti gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak. Tegangan itu membuat tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat.

Hasil riset 20 tahun lalu

Andry menuturkan, data itu hasil penelitian antara Pemkot Bandung, Institut Teknologi Bandung, dan PBB yang dilakukan pada tahun 1990-2000. Hampir 20 tahun yang lalu.

”Jadi, menurut kami, perlu ada pe­nelitian ulang untuk memperbaharui data tersebut apakah masih seperti itu atau tidak. Apakah potensi Likuefaksi itu masih berlaku di 10 kecamatan tadi atau tidak. Bisa saja jumlah kecamatannya bertambah atau berkurang,” ujar Andry.

Andry juga menegaskan, paparan yang ia lontarkan tidak bertujuan membuat warga panik. ”Penelitian itu dilakukan sebagai pedoman kami dalam mengantisipasi apabila terjadi gempa. Soalnya, bencana tak bisa diramalkan waktu terjadinya,” kata­nya.

Melalui penelitian yang hasilnya diungkapkan ke publik itu, kata Andry, akan membuat warga sema­kin waspada. ”Warga bisa menyiapkan berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan bencana sejak dini,” ujarnya.\ (adz/pr)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>