Bagikan ini:

" />
Published On: Sen, Okt 29th, 2018

Demonstrasi Terkait Pembakaran Bendera Tauhid Berlangsung Tertib

Share This
Tags

CakrabuanaNews.com  —  Ribuan massa dari beberapa kota menggelar unjuk rasa hari Jumat (26/10) sehubungan dengan insiden pembakaran bendera pada Hari Santri Nasional. Aksi ini berakhir tertib setelah massa berangsur membubarkan diri.

Di Jakarta, massa bergerak seusai salat Jumat dari Patung Kuda menuju Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan. Sepanjang perjalanan, massa mengusung bendera raksasa dan menyerukan pembubaran Banser, organisasi yang berada di bawah Gerakan Pemuda Ansor dalam naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Seperti dirilis detikcom, massa mulai meninggalkan area depan Kemenko Polhukam sekitar pukul 15.52 WIB, Jumat (26/10). Massa terlihat bergerak menuju kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Monas.

Sementara di Bandung berdasarkan pantauan detikcom, massa peserta aksi juga bergerak setelah menunaikan salat Jumat di Masjid Pusdai yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gedung Sate sebagai tempat aksi. Massa kemudian mulai berkumpul di depan gerbang Gedung Sate untuk memulai aksi yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian ini.

Sebelumnya beredar video kontroversial yang memperlihatkan seorang anggota Banser membakar bendera organisasi masyarakat yang telah dilarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Insiden ini terjadi pada Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10). Kontroversi kemudian timbul karena di bendera ini juga tertulis kalimat tauhid.

Ulama ajak masyarakat tahan diri

Guna menghindari potensi konflik di lapangan, aksi mempromosikan ajaran Islam yang lebih moderat yang sedianya akan digelar di Yogyakarta pada hari yang sama pun dibatalkan.

Sebelumnya sekitar 70.000 orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor telah bergerak ke Yogyakarta untuk beraksi menentang paham ekstrimisme yang kian berkembang dalam skala global.

Sementara itu ulama se-Banten menyepakati bahwa kejadian pembakaran bendera di Garut adalah bendera milik HTI.

Di depan Masjid Agung Banten para ulama antara lain Ketua MUI Banten AM Romli, Kiai Matin Syarqawi, Kiai Abuya Muhtadi, tokoh pendiri sekaligus ulama Banten Embay Mulya Syarief dan para pengurus MUI kabupaten kota berjanji tak terprovoksi akibat peristiwa tersebut.

“Kepada umat muslim di Indonesia agar saling menahan diri dan tidak terprovokasi,” kata AM Romli yang diikuti puluhan ulama di Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat.

Dia juga mengajak semua orang berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan meminta warga berkomitmen menjaga situasi yang aman dan kondusif. (adz/detiknews, AP)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>