Published On: Ming, Sep 29th, 2019

Nizar Zakka: Saya dibebaskan karena upaya AS, bukan Hizbullah

Share This
Tags

Beirut, CakrabuanaNews – Pakar IT Lebanon Nizar Zakka, yang ditahan di Iran selama sekitar empat tahun dibebaskan bulan Juni 2019, mengatakan bahwa pembebasannya adalah hasil “kesepakatan AS,”  dan menyangkal peran Hizbullah Libanon dalam proses tersebut dan menganggapnya sebagai kedok bagi rezim Iran untuk ” selamatkan muka. ”

Situs berita Al Arabiya merilis, Niza Zakka, dalam sebuah pernyataannya kepada Asharq al-Awsat, penduduk tetap AS menunjukkan bahwa langkah Iran menyerahkannya kepada Hizbullah dan Presiden Libanon Michel Aoun dimaksudkan untuk “menyelamatkan muka” agar rezim tidak terlihat seperti mematuhi tuntutan AS untuk membebaskannya.

“Pembebasan saya adalah karena upaya Amerika – ada lima tahanan Amerika di penjara Iran. Iran membebaskan saya di bawah tekanan Amerika, dan itu mengisahkan kisah upaya Hassan Nasrallah dan bahwa saya dibebaskan karena saya orang Lebanon sehingga tidak menunjukkan bahwa itu berlutut pada tekanan Amerika, “katanya.

Kantor Berita Fars Iran melaporkan bahwa keputusan itu diambil “hanya atas permintaan dan mediasi Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah.”

“Ini dilakukan semata-mata karena rasa hormat dan martabat yang dimiliki Republik Islam untuk Hassan Nasrallah,” Fars News Agency melaporkan mengutip sumber yang tidak diketahui.

Nizar Zakka  dihukum karena memata-matai dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara bersama dengan denda $ 4,2 juta, Zakka mengatakan: “Mereka menahan saya sebagai cara untuk memberi tahu orang Amerika bahwa ada perbedaan antara menandatangani perjanjian nuklir dan membuka diri kepada dunia.”

Dia juga menuduh Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) secara fisik dan psikologis menyiksanya selama satu setengah tahun, menambahkan bahwa dia bertemu putra mendiang Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, mendiang bekas wakil presiden Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, sejumlah tahanan Irak, dan mahasiswa pascasarjana Princeton Xiyue Wang, yang semuanya berada di sel IRGC kecil yang menampung 24 orang.

Sementara itu Gedung Putih mengatakan berterimakasih atas pembebasan seorang penduduk tetap Amerika Serikat dari tahanan Iran namun ingin melihat warga-warga Amerika lain yang ditahan di sana juga dibebaskan.

“Kami berterimaksih atas pembebasan orang tersebut di Iran,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

“Pertanyaan besarnya adalah ada beberapa warga Amerika lain yang ditahan di sana, dan kami ingin mereka juga dibebaskan,” tambahnya.

Pernyataan Gedung Putih ini merujuk pada pembebasan Nizar Zakka, seorang warga negara Lebanon pemegang kartu hijau Amerika. Zakka ditahan di Iran sejak 2015 atas tuduhan mata-mata.

Sanders menolak untuk menjawab ketika ditanya apakah pemerintah AS terlibat dalam pembebasan Zakka.

Zakka termasuk salah satu dari beberapa tahanan berkewarganegaraan ganda atau memiliki kaitan dengan Barat yang ditahan di Iran. Pembebasannya berlangsung sewaktu ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Presiden Donald Trump menarik mundur AS dari kesepaktan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia.

Kantor berita Associated Press melaporkan, Zakka sedang dalam perjalanan ke Lebanon setelah pembebasan dirinya. Pengusaha Lebanon itu berada dalam satu pesawat dengan Kepala Direktorat Keamanan Umum Lebanon Jenderal Ibrahim Abbas.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan, Zakka dibebaskan karena Iran menghormati pemimpin kelompok militan Lebanon, Hizbullah. Seorang pejabat tinggi keamanan Lebanon dilaporkan sengaja dikirim ke Teheran untuk memastikan pembebasannya.

Garda Revolusi Iran menahan Zakka pada 2015 setelah ia menghadiri sebuah konperensi di Teheran atas undangan salah satu wakil presiden negara itu. Ia kemudian dinyatakan bersalah melakukan tindakan mata-mata dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>