Published On: Sab, Okt 19th, 2019

Erdogan Tak Ingin Menarik Pasukan Turki dari Suriah

Share This
Tags

Ankara, CakrabuanaNews – Gencatan senjata di Suriah utara telah disepakati antara Turki dan Amerika Serikat, namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa meski gencatan senjata telah disepakati, militer Turki tidak akan ditarik dari wilayah Raqqa dan Hasaka di timur laut Suriah.

Sebagaimana merilis pars today, Erdogan mengatakan, berdasarkan perjanjian gencatan senjata antara Turki dan AS mengenai Suriah, pasukan Turki tetap mengontrol berbagai wilayah di timur laut Suriah dan tidak akan ditarik dari sana.

Dia menyinggung bahwa Ankara dan Washington masih berselisih tentang cakupan apa yang disebut sebagai zona aman di Suriah utara. Erdogan mengatakan, area yang akan diumumkan Turki sebagai zona aman adalah 32 km, bukan 22 km.

Agresi militer Turki ke Suriah dimulai sejak tanggal 9 Oktober 2019 atas instruksi langsung Erdogan dengan dalih memberantas milisi Kurdi dan kelompok teroris di Suriah utara. Agresi ini  menuai kecaman dari pemerintah Damaskus, negara-negara di kawasan dan dunia.

Setelah tekanan regional dan dunia meningkat, Turki bersedia untuk menghentikan serangannya ke Suriah utara hingga 120 jam ke depan.

Tentunya, kesepakatan Turki dan Amerika tentang pendudukan sebagian wilayah Suriah tidak disetujui oleh rakyat dan pemerintah negara ini. Presiden Suriah Bashar al-Assad menuntut penarikan pasukan Turki dan Amerika dari negaranya. Dia menegaskan bahwa Suriah akan melawan para agresor sekuat tenaga.

Sebagian kalangan politik dan pemerintah di kawasan ragu atas pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata antara Turki dan AS. Pemerintah Rusia menyatakan bahwa Turki dan AS ketika mencapai kesepakatan tentang kondisi militer di timur laut Suriah seharusnya mempertimbangan pandangan pemerintah Damaskus, namun tidak demikian.

Melihat perilaku kedua pihak itu, Moskow memperkirakan adanya kemungkinan permainan politik dan langkah yang telah direncanakan oleh pemerintah Ankara dan Washington.

Juru bicara Kremlin Dimitry Peskov dalam pernyataan terbaru menyinggung kesepkatan Turki dan Amerika tentang penghentian operasi militer Turki di wilayah timur laut Suriah selama 120 jam ke depan.

Dia mengatakan, para pejabat Rusia berharap pemerintah Ankara memberikan informasi yang diperlukan tentang hal ini kepada pemeritnah Moskow.

Perilaku para pejabat AS mengindikasikan bahwa mereka telah menggunakan semua upayanya untuk mengambil inisiatif dalam masalah-masalah Suriah.

Pakar politik dan Kepala Pusat Penelitian Strategis Rusia untuk Timur Tengah Vladimir Fetin mengatakan, penghenian agresi militer Turki ke Suriah telah diharapkan, terutama para pejabat Ankara mendapat tekanan dari berbagai arah.

Dia menambahkan, penghentian agresi militer Turki ke wilayah berpenduduk Kurdi Suriah selama lima hari ke depan mungkin merupakan hasil kongkalikong dalam hubungan antara Ankara dan Washington.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>