Published On: Kam, Okt 24th, 2019

Turki: Operasi baru di Suriah tidak diperlukan

Share This
Tags

Ankara, CakrabuanaNews –  Turki mengatakan bahwa pada tahap ini operasi baru di luar wilayah operasi saat ini di Suriah utara tidak diperlukan lagi.

“Turki tidak akan pernah membiarkan koridor teror didirikan di selatan perbatasannya dan perjuangan tegas kami melawan terorisme akan terus berlanjut,” kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan tertulis, Rabu pagi, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.

Kementerian merujuk pada Operasi Mata Air Perdamaian, yang diluncurkan pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa pada akhir masa penundaan selama 120 jam, Amerika Serikat melaporkan bahwa penarikan kelompok teror PKK/YPG dari wilayah zona aman telah selesai.

Pada 17 Oktober, Turki setuju untuk menghentikan Operasi Mata Air Perdamaian selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan pasukan teroris YPG dan PKK dari zona aman di Suriah utara.

Setelah pertemuan itu, kedua belah pihak mencapai 13 poin kesepakatan tentang timur laut Suriah.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Turki menghentikan operasi anti-terornya di timur Sungai Eufrat selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan teroris PKK dan YPG dari zona aman. Penangguhan itu berakhir pada Selasa malam.

Turki dan AS juga menyepakati bahwa Turki memiliki zona aman seluas 20 mil (32 kilometer) di selatan perbatasannya dengan Suriah, di mana pengungsi Suriah saat ini ditampung.

“Kami telah menunjukkan sensitivitas dalam memenuhi semua kewajiban yang kami sepakati,” kata pernyataan itu.

Kementerian Pertahanan juga menekankan bahwa berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa, kegiatan bersama dengan Rusia akan dimulai mulai pada Rabu.

Pada Selasa, Turki dan Rusia mencapai 10 poin kesepakatan tentang Suriah selama pertemuan bersejarah antara kedua presiden, beberapa jam sebelum masa penangguhan operasi berakhir.

Menurut kesepakatan itu, mulai 23 Oktober pukul 12.00 waktu setempat, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan memasuki wilayah Suriah dekat perbatasannya dengan Turki di luar area Operasi Mata Air Perdamaian untuk memfasilitasi pembersihan teroris YPG/PKK dan senjata mereka ke lokasi yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan Turki di Suriah utara

Operasi tersebut harus diselesaikan dalam waktu 150 jam.

“Dengan menciptakan koridor perdamaian di daerah itu, kami akan memastikan kembalinya saudara-saudari Suriah dengan aman dan sukarela ke rumah dan tanah mereka,” kata pernyataan itu.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. (Anadolu Agency)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>