Published On: Sab, Okt 26th, 2019

30 tewas, ratusan orang terluka dalam unjuk rasa terbaru di Irak

Share This
Tags

Otoritas di Irak memberlakukan jam malam di daerah Basra, Wasit, Muthanna, Babil, Diwaniya, Dhi Qar

Baghdad, CakrabuanaNews –  Setidaknya 30 orang tewas dan lebih dari 2.300 orang lainnya terluka pada Jumat di Irak selama protes anti-pemerintah yang meletus di dekat Zona Hijau Baghdad yang dijaga aparat keamanan, mengutip informasi dari komisi hak asasi manusia Irak sebagaimana diberitakan Anadolu Agency. .

Dalam sebuah pernyataan, Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak mengatakan, kematian terjadi setelah bentrokan antara pemrotes dan pasukan keamanan.

Bentrokan itu juga menyebabkan 2.312 orang terluka, termasuk pasukan keamanan, yang sebagian besar disebabkan oleh gas air mata.

Delapan demonstran tewas di Baghdad, sementara sembilan kematian dilaporkan terjadi di Dhi Qar, sembilan di Maysan, tiga di Basra, dan satu di al-Muthanna, yang mengutip pernyataan itu.

Menurut sumber keamanan, pemerintah Irak memberlakukan jam malam di Basra, Wasit, Muthanna, Babil, Diwaniya, dan gubernur Dhi Qar.

Sumber-sumber lokal mengatakan sayap militer gerakan Sadrist, Saraya al-Salam, bentrok dengan militan Gerakan Asaib Ehlilhak yang pro-Iran di Dhi Qar.

Senjata-senjata berat digunakan selama bentrokan, kata sebuah sumber mengklaim, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut diberikan.

Sementara itu, para demonstran telah mulai melakukan aksi duduk dengan mendirikan tenda di Lapangan Tahrir di Baghdad.

Komando Operasi Gabungan Angkatan Darat memperingatkan agar tidak mengambil tindakan keras bagi mereka yang mengeksploitasi demonstrasi dengan membunuh atau melukai orang, membakar properti negara dan pribadi dan menjarah mereka.

“Kami meminta para demonstran untuk tidak mengizinkan orang-orang seperti itu bergabung dalam protes,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Selama sebulan terakhir, Irak menyaksikan protes massa anti korupsi yang menewaskan ratusan orang. Pemerintahan Irak berturut-turut telah gagal mengakhiri nepotisme dan korupsi ketika pemerintah saat ini berjuang untuk mengakhiri salah kelola dana publik.

Menurut angka Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran kaum muda yang tinggi sekitar 25%. Itu juga peringkat sebagai negara ke-12 paling korup di dunia oleh beberapa organisasi transparansi.

Sementara itu, pemerintah Turki telah mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya, pada hari Jumat (25/10), agar tidak bepergian ke Irak saat negara itu mengalami demonstrasi anti-pemerintah.

“Karena demonstrasi yang sedang berlangsung di berbagai provinsi di Irak, termasuk ibukota Baghdad, sejak 24 Oktober, kami sarankan warga kami untuk tidak bepergian ke daerah-daerah di mana peristiwa demonstrasi itu terjadi,” kata kementerian luar negeri Turki, dalam sebuah pernyataan.

Sedikitnya, 30 orang tewas dan lebih dari 2.300 orang lainnya terluka dalam protes anti-pemerintah yang meletus hari Jumat di dekat Zona Hijau Baghdad yang dibentengi.

Irak mengalami protes anti-korupsi yang menewaskan ratusan orang dalam sebulan terakhir. Pemerintahan Irak berturut-turut telah gagal mengakhiri nepotisme dan korupsi ketika pemerintah saat ini berjuang untuk mengakhiri salah kelola dana publik.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>