Published On: Sen, Des 30th, 2019

Penasihat Militer Mengusulkan Agar Turki Memiliki Tentara Bayaran

Share This
Tags

Penasihat militer utama Turki telah menyarankan agar pemerintah harus mendirikan perusahaan militer swasta untuk melatih tentara bayaran.

Pernyataannya yang mengungkapkan agar pemerintah mendirikan perusahaan militer swasta untuk melatih tentara bayaran keluar beberapa hari setelah Turki menandatangani pakta militer dengan Libya.

Sebagaima melansir Al Arabiya, usulan itu dikemukakan dikemukakan di tengah kekhawatiran niat Turki di Libya, di mana Ankara telah mengusulkan pengiriman pasukan untuk berperang bersama dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB dan sejumlah besar milisi termasuk kelompok-kelompok yang terkait dengan Al Qaeda.

GNA berperang melawan pasukan Jenderal Khalifa Haftar, dari timur negara itu, yang menerima dukungan dari beberapa kekuatan Eropa dan negara-negara Teluk moderat yang menentang Ikhwanul Muslimin dan kelompok-kelompok Islam radikal lainnya.

Kepala penasihat militer dan pensiunan Jenderal Adnan Tanriverdi, pemilik kontraktor militer swasta SADAT, mendukung gagasan mendirikan perusahaan tentara bayaran yang beroperasi di luar negeri, yang diungkapkannya dalam sebuah wawancara dengan edisi Turki Independen tentang bagaimana tentara swasta akan dibentuk.

“Tentu saja, Turki membutuhkan perusahaan swasta seperti Blackwater atau Wagner,” kata Tanriverdi

Tanriverdi menambahkan, bahwa itu akan menjadi alat baru dalam kebijakan luar negeri Turki.

Wagner adalah kelompok paramiliter yang kontraktornya dilaporkan ikut serta dalam konflik termasuk pendudukan Rusia di Ukraina timur, Suriah, dan di tempat lain. Sementara, kontraktor Blackwater mendukung invasi AS ke Irak pada 2003 dan kemudian dinyatakan bersalah atas penembakan warga sipil yang tidak bersenjata.

Libya telah terpecah menjadi dua sejak 2014, kekuatan politik di bawah pemerintahan GNA yang diakui PBB yang berbasis di ibu kota Tripoli, Tentara Nasional Libya, yang berbasis di Benghazi, yang telah melancarka sebuah serangan di ibu kota Tripoli.

Awal bulan ini, Erdogan mengumumkan bahwa ia akan mengirim pasukan untuk mendukung GNA membela Tripoli. Tanriverdi mengatakan penyebaran itu dapat melewati segala bentuk perjanjian internasional.

Kekuatan tempur tentara swasta yang diusulkan itu akan menjadi penting karena akan terdiri dari tentara pensiunan yang berpengalaman, asalkan itu diperintahkan dengan benar,

Menurut Tanriverdi, perlengkapan dan senjata akan disediakan oleh tentara Turki. Tanriverdi menyamakan mengirim tentara bayaran ke luar negeri untuk diekspor, sesuatu yang juga baik untuk ekonomi, daripada mengerahkan pasukan dan perwira dari tentara Turki.

Anggota parlemen Turki dan bekas Duta Besar untuk Italia Aydin Adnan Sezgin menentang kesepakatan Libya dalam sebuah debat di parlemen, mengatakan itu dirancang untuk memintas legislatif dalam mengirim pasukan ke luar negeri. Sezgin juga menuduh pemerintah Erdogan mencari cara untuk mentransfer teroris di wilayah Idlib Suriah dan Libya, seperti dilaporkan Times.

Anggota parlemen Turki lainnya dan bekas duta besar untuk Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Ahmet Ahmet Kamil Erozan, berbicara pada sesi parlemen yang sama dan menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam kata-kata perjanjian dalam bahasa Turki, Inggris dan Arab yang dapat menipu.

Turki menandatangani perjanjian dengan Perdana Menteri GNA Fayez al-Sarraj bulan lalu yang berupaya menciptakan zona ekonomi eksklusif dari pantai Mediterania selatan Turki ke pantai timur laut Libya.

Menurut PBB, Turki telah memasok peralatan militer untuk pasukan yang setia pada GNA, termasuk tank dan drone.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>