Published On: Ming, Apr 12th, 2020

Komandan Pasukan AS dan Taliban Bahas Pengurangan Kekerasan di Afghanistan

Share This
Tags

Amerika Serikat dan Taliban hari Sabtu (11/4), melakukan pertemuan untuk menyepakti perjanjian pembangunan perdamaian bilateral untuk membahas cara-cara mengurangi kekerasan di negara itu.

Doha, CakrabuanaNews.com – Komandan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan telah bertemu dengan para pemimpin Taliban di Doha untuk membahas perlunya mengurangi kekerasan di negara yang dilanda perang, yang mengancam akan menggagalkan proses perdamaian yang rapuh, menurut juru bicara kedua belah pihak.

Jenderal Scott Miller, komandan pasukan AS dan misi Dukungan Tegas non-tempur pimpinan NATO di Afghanistan, mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Taliban pada Jum’at (11/4/2020) malam.

“Jenderal Miller bertemu dengan kepemimpinan Taliban tadi malam sebagai bagian dari saluran militer yang didirikan dalam perjanjian,” kata juru bicara Pasukan AS di Afghanistan kepada Reuters, seperti dikutip VOA Islam, “Pertemuan itu tentang perlunya mengurangi kekerasan,” katanya.

AS dan Taliban menandatangani perjanjian pada 29 Februari di ibukota Qatar yang bertujuan mengakhiri perang 18 tahun di negara Asia Selatan.

Perjanjian tersebut menetapkan kerangka kerja untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan dengan imbalan Taliban tidak mengizinkan kelompok manapun untuk melancarkan serangan terhadap AS atau sekutunya.

Pelanggaran perjanjian

Pembicaraan terjadi ketika kelompok bersenjata Afghanistan itu mengatakan pasukan AS melanggar perjanjian.

Poin penting lainnya adalah keterlambatan pembebasan 5.000 tahanan Taliban oleh pemerintah Kabul yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan.

Juru bicara kantor politik Taliban di Doha mengatakan di Twitter bahwa pertemuan itu membahas implementasi perjanjian.

Taliban pekan lalu mengatakan pasukan AS mendukung operasi keamanan Afghanistan di beberapa bagian negara itu, dan memperingatkan bahwa dukungan semacam itu dapat membahayakan perjanjian.

Juru bicara pasukan AS menggambarkan tindakan itu sebagai pertahanan pasukan Afghanistan.

Taliban akan berpartisipasi dalam perundingan intra-Afghanistan yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian di negara itu sebagai bagian dari perjanjian Doha, tetapi pertukaran tahanan yang seharusnya mendahului perundingan itu telah menimbulkan hambatan.

Pemerintah Afghanistan melepaskan total 200 tahanan Taliban pada hari Rabu dan Kamis, tetapi kelompok Taliban telah meninggalkan proses pertukaran, mengatakan tuntutannya pada siapa yang akan dibebaskan pertama tidak terpenuhi.

Sebelumnya, Taliban mengatakan menentang pembebasan tahanannya secara bertahap. Kelompok bersenjata itu juga diperkirakan akan membebaskan tawanan Afghanistan sebagai bagian dari kesepakatan.

Afghanistan Bebaskan 100 Tahanan Taliban

Sementara itu pada hari Rabu 8 April, pemerintah Afghanistan hari Rabu (8/4) membebaskan 100 tahanan Taliban sehari setelah kelompok gerilyawan itu menuduh Kabul memperlambat perundingan, dan menarik timnya dari pertemuan selama sepekan tentang pertukaran tahanan yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua musuh itu.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Afghanistan mengatakan para tahanan dibebaskan berdasarkan keputusan presiden dan menyatakan langkah itu adalah bagian dari upaya mendorong perdamaian dan pencegahan pandemi COVID-19 di negara itu.

Javid Faisal mengatakan badan intelijen Afghanistan dan otorita hukum terkait telah “memeriksa dengan seksama” para tahanan berdasarkan kondisi kesehatan, usia, dan lamanya hukuman yang tersisa sebelum membebaskan mereka. Ia menekankan semua tahanan bertekad untuk tidak bergabung kembali dengan Taliban atau kembali ke medan perang.

Taliban dengan cepat menyangkal pengumuman pemerintah itu dan mengatakan hal itu tidak ada hubungannya dengan ketentuan yang disebutkan dalam perjanjian mereka dengan Amerika.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan timnya telah ditarik dari Kabul setelah pertemuan yang “tidak membuahkan hasil” tentang koordinasi pertukaran tahanan.

“Proses pembebasan tahanan yang tidak sejalan dengan ketentuan perjanjian kami dengan Amerika tidak bisa kami terima,” kata Mujahid sebagaimana dikutip VOA.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>