Published On: Sab, Apr 25th, 2020

Sidang Perdana Tentang Kejahatan Rezim Assad Digelar Di Jerman

Share This
Tags

Dua bekas perwira intelijen rezim Assad, yang ditangkap di Jerman tahun lalu, didakwa bertanggung jawab atas penyiksaan ratusan tahanan di Damaskus

Berlin, CakrabuanaNews.com – Sidang atas kejahatan kemanusiaan rezim Bashar al-Assad digelar di Koblenz, Jerman, pada Kamis.

Ini adalah pengadilan pertama yang pernah ada di seluruh dunia berkaitan dengan rezim di Suriah.

Jaksa Penuntut Umum Federal mendakwa dua mantan perwira intelijen rezim Assad, yang ditangkap di Jerman tahun lalu, bertanggung jawab atas penyiksaan ratusan orang di fasilitas penahanan Al-Khatib di Damaskus.

“Persidangan ini sangat penting bagi dunia. Ini adalah titik awal investigasi sistematis terhadap rezim di Suriah,” tegas Wolfgang Kaleck, sekretaris jenderal Pusat Konstitusi dan Hak Asasi Manusia Eropa (ECCHR).

Menurut pengacara kelompok penyintas, pengadilan telah melihat bukti dan mendengarkan kesaksian dari hampir 20 warga Suriah yang pernah ditahan di penjara rezim.

“Mungkin ini adalah langkah kecil. Namun, ini adalah langkah bersejarah bagi keadilan di Suriah,” ujar pengacara tersebut.

Wassim Mukdad, salah satu korban yang bersaksi di pengadilan, mengatakan kepada wartawan bahwa jutaan orang Suriah mengikuti perkembangan persidangan itu.

“Pengadilan ini tidak hanya penting bagi saya sendiri. Ini penting bagi ribuan korban, mereka yang masih dalam tahanan ataupun yang tidak selamat. Kami menginginkan keadilan untuk semua. Keadilan untuk kemanusiaan,” kata dia lagi.

Setelah sidang perdana ini, persidangan akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang dengan peryataan tertulis dari kedua terdakwa.

Anwar R., 57, adalah pejabat senior Direktorat Intelijen Umum Suriah hingga September 2012.

Dia dituduh terlibat dalam 58 kasus pembunuhan dan penyiksaan terhadap setidaknya 4.000 orang di Al-Khatib.

Rekannya, Eyad A., 43, bekerja di subdivisi intelijen Suriah selama Juli 2011 – Januari 2012.

Dia dituduh membantu dan bersekongkol dalam sejumlah kasus kejahatan terhadap kemanusiaan. (adz/aa)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>