Published On: Ming, Sep 6th, 2020

Pendidikan Penguatan Karakter Tatap Berjalan Di Tengah Pandemi Covid-19

Share This
Tags

Bandung Kota, Cakrabuananews – Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu pendidikan nonformal yang menjadi wadah pengembangan potensi diri serta memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup untuk melahirkan kader penerus perjuangan bangsa dan negara.

Sesuai dengan sistem kenegaraan di Indonesia gerakan Pramuka berada dalam sebuah kelembagaan organisasi pendidikan untuk melakukan pembinaan dan pendidikan karakter kaum muda untuk menjadi manusia yang memiliki kepribadian berakhlak mulia.

Terkait hal ini, pendidikan dan pembinaan di SDN 273, berada di bawah Gugus Depan KB 19003 – 19004 Pangkalan SDN 273 Gempol Sari Kwarran Bandung Kulon. Gugus Depan yang menjadi ujung tombak pembinaan / pendidikan karakter, bukan hanya untuk peserta didiknya saja juga untuk pembinanya.

Dicky, salah seorang pembina di Gugus Depan ini mengatakan, para pembina tetap eksis melakukan pendidikan, pembinaan dan latihan, meskipun dalam situasi pandemi covid-19.

Gugus Depan kami mempunyai semboyan “Pakarang” yang artinya Pramuka Katineung Urang, ujar Dicky.

Dicky menambahkan, di masa pandemi ini kami para pembina dituntut supaya pendidikan kepramukaan tetap eksis dengan baik.

Pendidikan latihan di Gudep KB 19003 – 19004 serlangsung setiap hari Kamis, dilakukan dengan cara daring.  “Artinya kegiatan melaui vidio call atau virtual, kata Dicky.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ini sebagai strategi dalam pembinaan karakter peserta didik, karena di pramuka baik itu siaga, galang dan tegak sudah ditanamkan pembiasaan/sikap berdasarkan kode kehormatan.  Yaitu  Tri Satya dan Dasa Darma.

Tri Satya diucapkan ketika upacara pelantikan begitu juga diucapkanpada upacara latihan kepramukaan. Kode kehormatan itulah yang membentuk karakter peserta didik karena dibentuk pembiasaan setiap latihan.

“Dalam pembinaan kamipun tak luput dari protokol kesehatan yang harus dijaga, apalagi kalau yang digunakakan luring. Protokol kesehatan anjuran dari IDI. Dan juga arahan dari Kwarda agar tetap melihat protokol kesehatan, hal ini sebagai strategi kebijakan dalam pembinaan kepeamukaan di masa pandemi covid 19.” Dicky menjelaskan lebih lanjut.

” Dalam pembinaan/pendidkan kepramukaan ini  kami pembina dituntut juga untuk mengembangkan pola dan metode latihan kepramukaan yang menyenangkan dalam mencapai tujuan kecakapan peserta didik.  Peserta didik dituntut juga untuk mencapainya yaitu dengan melalui SKU dan SKK. Pembina mempunyai tugas motivator, desainer program, penerapan program, tanggung jawab, dan sekaligus sebagai pembina, Pungkas Dicky. (Dedi Wahyudi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>