Published On: Kam, Sep 10th, 2020

Kebakaran Hebat di Kamp Pengungsi Moria di Pulau Lesbos

Share This
Tags

Ribuan pengungsi di Pulau Lesbos berusaha menyelamatkan diri ketika kebakaran hebat melanda kamp Moria, fasilitas pengungsi terbesar di Yunani. Sejauh ini tidak ada korban jiwa, kata pemadam kebakaran.

(Athena (Cakrabuananews) – Lebih dari 12.000  pria, perempuan dan anak-anak berlarian dengan panik keluar dari kontainer dan tenda-tenda menuju kebun zaitun dan ladang yang bersebelahan, saat api menghancurkan sebagian besar kamp pengungsi yang penuh sesak dan kumuh. Kebakaran dimulai hanya beberapa jam setelah kementerian migrasi mengatakan bahwa 35 orang dinyatakan postif corona di kamp pengungsi Moria.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan sebagian besar Kamp Moria hmusanah terbakar, namum sejauh ini tidak ada korban jiwa, meskipun sejumlah orang menderita masalah pernapasan ringan akibat paparan asap. Asap hitam masih menyembur keluar dari kamp beberapa jam setelah api mulai berkobar Selasa malam (8/9).

Juru bicara pemerintah Stelios Petsas mengatakan, keadaan darurat diumumkan di seluruh pulau dan laporan tentang kebakaran itu sedang diselidiki. Polisi anti huru hara tambahan dikerahkan ke Lesbos pada hari Rabu (9/9) untuk mencegah kerusuhan. Pertemuan kabinet akan segera dilaksanakan untuk menangani keadaan darurat tersebut, kata pemerintah Yunani.

Kamp pengungsi Moria sedang dikarantina corona

Kantor berita Yunani ANA melaporkan, kebakaran terjadi saat ada aksi protes pengungsi ketika beberapa orang akan ditempatkan di ruang isolasi setelah dinyatakan positif virus corona atau melakukan kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi.

Moria saat ini sadang dikarantina hingga 15 September, dengan hanya personel keamanan yang diberikan akses masuk. Kamp tersebut telah melaporkan kasus virus korona pertama Rabu lalu (2/9).

Ratusan pencari suaka diberitakan berusaha menyelamatkan diti dengan berlari menuju pelabuhan Mytilene, tetapi mereka diblokir oleh kendaraan polisi. Pengungsi lain berlindung di perbukitan yang mengelilingi kamp. Penghuni kamp Moria dilarang meninggalkan pulau itu, kata juru bcara pemerintah Stelios Petsas.

Kelompok pendukung pengungsi Stand by Me Lesvos mengatakan di Twitter mereka menerima laporan bahwa penduduk lokal Yunani di pulau itu telah memblokir para pengungsi yang menyelamatkan diri ke desa terdekat. “Seluruh kamp terbakar. Semuanya terbakar. Orang-orang melarikan diri. Rumah mereka di Moria musnah,” kata organisasi itu.

Penuh sesak dan sarat masalah sosial

Kamp-kamp pengungsi di Yunani telah mengalami penguncian selama berbulan-bulan karena pandemi virus corona, dengan akses yang sangat dibatasi. Kelompok hak asasi, termasuk badan pengungsi PBB, telah berulang kali memperingatkan kondisi buruk di kamp-kamp pengungsi. Kamp pengungsi Moria, yang dibangun untuk menampung kurang dari 2.800 orang, harus menampung belasan ribu orang.

Pelacuran, pelecehan seksual, penghilangan anak di bawah umur, perdagangan narkoba dan perkelahian terjadi hampir setiap hari di kamp, di mana puluhan orang tewas dalam kekerasan, ditikam, dibakar sampai mati di tenda mereka atau bunuh diri.

Pemerintah Yunani dalam beberapa bulan terakhir telah memindahkan ribuan pengungsi dari Lesbos dan pulau-pulau lain ke daratan. Tetapi banyak pengungsi tidak dapat menemukan tempat tinggal dan pekerjaan setelah meninggalkan kamp. Pemerintah Yunani baru-baru ini terpaksa memangkas tunjangan untuk pengungsi karena masalah ekonomi. (dw/adz/cakrabuananews)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>