Published On: Kam, Sep 10th, 2020

Penjaga perdamaian PBB melanjutkan perlindungan Pemenang Nobel Kongo

Share This
Tags
FOTO FILE: Ginekolog Kongo yang mendapat nominasi hadiah Nobel Denis Mukwege mengadakan konferensi pers bersama dengan wakil presiden Parlemen Eropa Isabelle Durant di Parlemen Uni Eropa di Brussels 14 November 2012. REUTERS / Yves Herman

Kinshasa, (Cakrabuananews)  – Penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu melanjutkan perlindungan pemenang Hadiah Nobel Kongo Denis Mukwege, yang menerima ancaman pembunuhan dalam beberapa pekan terakhir setelah dia menyerukan keadilan atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Mukwege telah memenangkan pengakuan internasional, termasuk Hadiah Nobel Perdamaian 2018, selama puluhan tahun bekerja merawat perempuan korban konflik di Bukavu di timur Republik Demokratik Kongo.

Dia telah lama berkampanye untuk pengadilan internasional atas kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan dari 1993 hingga 2003, serta untuk penuntutan kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas kekerasan seksual yang sedang berlangsung di Kongo timur.

Komentar Mukwege baru-baru ini melibatkannya dalam perselisihan dengan tetangganya Rwanda, yang menteri pertahanannya bulan lalu menuduh Mukwege menjajakan propaganda.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan hidupnya dalam bahaya setelah dia dan keluarganya menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial dan telepon.

PBB menangguhkan perlindungannya pada Mei karena wabah virus korona di antara penjaga perdamaian yang ditempatkan di rumah sakit Panzi.

“Penjaga perdamaian kembali ke sana untuk memastikan keamanan rumah sakit Panzi,” kata Mathias Gillmann, juru bicara misi penjaga perdamaian PBB di Kongo.

PBB akan terus membantu melatih polisi lokal untuk memberikan pengaturan keamanan jangka panjang, kata Gillmann.

“Keamanan pribadi orang-orang Kongo adalah tanggung jawab pihak berwenang Kongo.”

Minggu lalu ribuan pendukung Mukwege berbaris di jalan-jalan Bukavu, menuntut perlindungannya.

“Kami menyambut baik pengerahan elemen dari #MONUSCO ke #Panzi pagi ini untuk memastikan keselamatan pasien dan staf kami,” kata Mukwege dalam tweet.

Kekerasan yang sedang berlangsung di Kongo timur berakar pada luka etnis dan politik sejak genosida Rwanda tahun 1994 yang menyebar ke seberang perbatasan.

Invasi berikutnya ke Kongo oleh pasukan yang didukung Rwanda setelah genosida tahun 1994 memicu dua perang saudara mengerikan yang menewaskan beberapa juta orang. (reuters/adz/cakrabuananews)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>