Published On: Sab, Sep 12th, 2020

Indonesia akan mengerahkan petugas untuk menegakkan pemakaian masker

Share This
Tags
Petugas kota membawa rambu-rambu untuk mengimbau masyarakat agar memakai masker dan menjaga jarak sosial di tengah wabah virus corona di Banda Aceh kemarin. FOTO: AGENCE FRANCE-PRESSE

Jakarta, (Cakrabuananews)  –  Pemerintah Indonesia sedang bersiap untuk mengerahkan petugas dari berbagai institusi untuk menegakkan protokol pemakaian masker di kecamatan dan desa di seluruh Indonesia dalam upaya mengekang peningkatan kasus Covid-19.

Operasi tersebut akan melibatkan aparat militer, polisi, badan ketertiban umum, serta jaksa dan hakim.

seperti dilansir The Strais Times, Ketua Komite Respon dan Pemulihan Ekonomi Nasional Covid-19 Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo telah mengarahkan 83.000 kecamatan dan desa di Indonesia untuk menjadi yang terdepan dalam pengelolaan Covid-19.

“Memang tidak mudah. ​​Kadang ada persepsi pemerintah ingin melakukan tindakan represif,” kata Erick yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara, Kamis, seperti dikutip situs berita Kompas.

Namun, kata Erick, perlu ada disiplin masyarakat yang lebih kuat, mengingat kematian akibat Covid-19 dan kasus yang dikonfirmasi terus meningkat.

Dia mengklaim, meski angka kematian kasus nasional terus turun, dari 9 persen pada April menjadi 4 persen bulan ini, angka tersebut masih lebih tinggi dari angka global, yang berada pada 3,27 persen.

Wakil Kapolri Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan, keterlibatan jaksa dan hakim dalam menerapkan pendekatan yang lebih tegas terhadap pelanggar aturan Covid-19 bisa mendorong masyarakat untuk memakai masker tanpa diawasi.

Jenderal Gatot, yang juga Wakil Ketua Panitia Nasional Pemulihan Covid-19, lebih lanjut mengatakan, petugas gabungan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan daerah rawan penularan, termasuk pasar dan perkantoran serta melakukan pengawasan sepanjang waktu.

Namun dia mengatakan tokoh masyarakat juga bisa dilibatkan di bawah arahan aparat keamanan nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin Junaidi telah menyarankan umat Islam di titik-titik virus corona untuk sholat di rumah setelah negaraini dilanda rekor infeksi baru dalam beberapa bulan terakhir.

“Umat Islam di daerah dengan jumlah kasus (Covid-19) yang tinggi disarankan untuk tidak melaksanakan shalat Jumat dan sholat rutin di tempat umum,” kata Muhyiddin, Kamis, seperti dikutip situs berita Tempo.

Indonesia mencatat 3.737 kasus virus kemarin. Itu juga mencatat 88 kematian. Ini membuat total kasus di negara itu menjadi 210.940, sedangkan jumlah kematian adalah 8.544.

Wakil Kapolri Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan, keterlibatan jaksa dan hakim dalam menerapkan pendekatan yang lebih tegas terhadap pelanggar aturan Covid-19 bisa mendorong masyarakat untuk memakai topeng tanpa diawasi. (adz/cakrabuananews)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>