Published On: Sel, Sep 15th, 2020

Laporan dugaan pengumpulan data 1.400 warga M’sia harus diselidiki, kata Ismail Sabri

Share This
Tags

Kuala Lumpur, (Cakrabuananews) – Pengungkapan oleh sebuah kantor berita asing bahwa sebuah perusahaan Cina dengan hubungan yang dilaporkan dengan jaringan militer dan intelijen di negara tersebut telah mengumpulkan data tentang 1.400 warga Malaysia, harus diselidiki.

Menteri Senior (Kelompok Keamanan) Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan laporan tersebut belum diverifikasi dan penyelidikan diperlukan sebelum tindakan lebih lanjut.

“Kadang kami mendengar banyak berita yang tidak jelas kebenarannya, jadi saya minta agar hal ini diselidiki dulu, seperti dikutip Bernama.

“Data pribadi harus dilindungi, karena kami memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi 2010 di mana data pribadi setiap individu di negara (Malaysia) dilindungi,” katanya kepada wartawan setelah upacara serah terima Kepatuhan Prosedur Operasi Standar COVID-19. Kartu ikrar Aku Janji dalam rangka Kampanye Bulan Nasional Perbadanan di sini, hari ini.

Dia mengomentari laporan oleh kantor berita internasional bahwa sebuah perusahaan Cina, Zhenhua Data, dilaporkan telah mengumpulkan data pribadi pada 2,4 juta orang, dan bahwa kebocoran database yang melibatkan 250.000 orang termasuk 1.400 warga Malaysia.

Sebelumnya pada upacara tersebut, Ismail Sabri menerima kartu ikrar Kepatuhan SOP COVID-19 ‘Aku Janji’ dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pengembangan Pengusaha dan Koperasi Datuk Seri Mohammad Mentek.

Kartu tersebut ditandatangani oleh 1.040 pewaralaba lokal, guru dan siswa SMK Seri Pantai, Kampung Kerinchi dan pegawai Perbadanan Nasional. (adz/cakrabuananews)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>