Published On: Sab, Mar 20th, 2021

Taliban Desak Pasukan AS Mundur, Bersumpah Pulihkan Aturan Islam

Share This
Tags
Suhail Shaheen, seorang anggota tim perunding Taliban, berbicara dalam konferensi pers di Moskow, Rusia (19/3).

Moscow – Taliban memperingatkan Washington, Jumat (19/3) agar tidak melanggar batas waktu 1 Mei 2021 terkait penarikan pasukan Amerika dan NATO dari Afghanistan. Taliban menjanjikan reaksi yang dapat berdampak pada peningkatan serangan oleh kelompok pemberontak itu.

Taliban mengeluarkan peringatannya dalam sebuah konferensi pers di Moskow, sehari setelah pertemuan dengan beberapa negosiator senior pemerintah Afghanistan dan pengamat internasional sebagai upaya memulai proses perdamaian yang terhenti untuk mengakhiri perang selama beberapa dekade di Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan sedang meninjau perjanjian yang ditandatangani Taliban dengan pemerintahan Trump. Kepada ABC, sebagaimana dikutip VOA, Biden mengatakan dalam sebuah wawancara Rabu lalu bahwa tenggat waktu 1 Mei “bisa saja terjadi, namun itu sulit.” Biden menyampaikan bahwa jika tenggat waktu diperpanjang, itu tidak akan “lebih lama lagi.”

Suhail Shaheeb, seorang anggota tim perunding Taliban, kepada sejumlah wartawan sekaligus memperingatkan bahwa melewati 1 Mei 2021 akan melanggar kesepakatan. “Setelah 1 Mei, itu akan berarti semacam pelanggaran perjanjian. Pelanggaran itu bukan dari pihak kita. … Jika mereka melanggar, akan mendapatkan akibat.”

Suhail tidak merinci bentuk reaksi apa yang akan diambil, tetapi sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani pada Februari 2020, Taliban belum menyerang pasukan AS atau NATO, bahkan ketika pengeboman yang tidak diklaim dan beberapa pembunuhan yang ditarget mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Suhail juga kembali menegaskan bahwa Taliban serius atas tuntutan mereka tentang pemerintahan Islam. Shaheen tidak merinci seperti apa pemerintah Islam itu atau apakah itu berarti kembali ke aturan represif yang menolak pendidikan bagi anak perempuan, melarang perempuan bekerja, dan menjatuhkan hukuman yang kejam.

Shaheen tidak mengatakan apakah Taliban akan menerima hasil pemilu, namun menekankan bahwa pemerintahan Presiden Ashraf Ghani tidak akan sesuai dengan definisi mereka terhadap pemerintahan Islam.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>