Published On: Sab, Sep 11th, 2021

Indonesia tangkap kapal ikan ilegal berbendera Malaysia di Malaka

Share This
Tags
ILUSTRASI. TNI AL membakar kapal penangkap ikan asing yang menangkap ikan secara ilegal di laut Indonesia, dekat Belawan, Sumatera Utara, Indonesia, pada 18 Agustus 2015. ( Gatha Ginting – Anadolu Agency )

Kapal berbendera Malaysia diawaki oleh enam orang awak kapal yang seluruhnya berkebangsaan Myanmar

Jakarta, Cakrabuananews – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia di perairan Selat Malaka.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin mengatakan kapal tersebut beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka.

“Operasi pengawasan oleh KP. Hiu 16 menangkap satu kapal ikan asing ilegal yang mengoperasikan alat tangkap trawl di Selat Malaka pada Senin,” kata Adin dalam keterangan tertulis, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa kapal berbendera Malaysia PK 6911F diawaki oleh enam orang awak kapal yang seluruhnya berkebangsaan Myanmar.

“Kapal tersebut dibawah ke Stasiun PSDKP Belawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ucap dia.

Proses penangkapan, kata Adin, sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara kapal petugas dan kapal ikan Malaysia sebab kapal mencoba kabur menuju unresolved maritime boundaries.

“Ini modus yang sering dilakukan, mereka mencoba lolos dari jerat hukum kita dengan melarikan diri ke overlapping claim area, padahal melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia,” tutur Adin.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono menyampaikan penegakan hukum di Selat Malaka memberikan tantangan tersendiri dengan adanya wilayah area abu-abu tersebut.

Pung mengatakan antara Indonesia dan Malaysia masih terdapat batas maritim yang belum disepakati.

Namun, kata dia, kedua negara sepakat melaksanakan tindakan pengusiran jika terjadi pelanggaran di wilayah unresolved maritime boundaries.

“Untuk di unresolved maritime boundaries area kami secara intensif bekerja sama dengan otoritas Malaysia,” ujar dia.

Menurut dia, kerja sama dengan aparat penegak hukum dari Malaysia di area abu-abu adalah untuk kebaikan nelayan kedua negara.

“Kerja sama ini jangan memperlemah pemberantasan illegal fishing di Selat Malaka, kalau jelas-jelas mencuri di wilayah kita ya tetap kita kejar,” tutur Pung.​​​​​​​

Sepanjang 2021, KKP telah menangkap 135 kapal, terdiri dari 88 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 47 kapal ikan asing yang mencuri ikan.

Kapal ikan asing yang ditangkap merupakan 16 kapal berbendera Malaysia, 6 kapal berbendera Filipina dan 25 kapal berbendera Vietnam. (Cakrabuananews/adz/anadolu agency)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>