Published On: Ming, Sep 12th, 2021

Usai Mike Tyson Bersyahadat, Panggil Saya Malik Abdul Aziz

Share This
Tags

Mike Tyson atau lebih di kenal dengan nama Malik Abdul Aziz setelah masuk Islam pada 1993, Eks juara tinju kelas berat ini tak kuasa menahan tangis saat wawancara podcast terbarunya dengan bekas juara dunia tinju kelas menengah Sugar Ray Leonard.

Ia mengaku jiwanya merasa kosong. Kosong selama berbertahun-tahun usai pensiun dari dunia tinju. Padahal sebelumnya, Malik Abdul Aziz menjadi petinju yang paling ditakuti di kelas berat seperti dikutip Republika.

“Saya tahu seni bertarung. Itulah sebabnya saya sangat ditakuti, itu sebabnya mereka takut saya ketika saya di atas ring,” ujar Aziz. Pria berusia 55 tahun itu,  mengungkapkan, ia terlahir sebagai seorang ekse kutor. Kini hal itu tinggal kenangan. Ia merasa bukan siapa-siapa lagi. “Itulah alasan mengapa aku menangis, karena aku bukan orang itu lagi. Aku merindukannya,” ujar lelaki berjuluk manusia besi atau iron man.

Kenal Islam

Malik Abdul Aziz mengenal Islam di penjara. Saat itu dia sedang menjalani hukuman dalam kasus perkosaan terhadap eks kekasihnya, Desiree Washington. Pengadilan memutuskan Malik Abdul Aziz bersalah dan harus menjalani hukuman selama tiga tahun, sejak 1992 hingga 1995.

Ulama dari Nation of Islam, organisasi Muslim kulit hitam di Amerika Serikat, Muhammad Siddeeq, mengajarinya tentang Islam. Tyson mengucapkan kalimat syahadat di penjara paa 1994. Di penjara, Tyson selalu minta para sipir untuk memanggilnya: Malik Abdul Aziz, nama Muslimnya.

Malik Abdul Aziz mengaku mendapat ketenangan diri setelah mempelajari Islam dan sering mem baca Al-Quran. Teman yang rajin mengunjunginya saat di penjara adalah Edi Gargory. Edi adalah petinju di era 1980-an. Setelah masuk Islam, namanya diganti menjadi Edi Mustafa Muhammad.

Menurut Edi Mustafa Muhammad, Malik Abdul Aziz kini menjadi sosok yang tenang, sabar, dan lebih rendah hati. Ketika akan melangkah keluar meninggalkan penjara, yang dilakukan Malik Abdul Aziz sujud syukur dan melakukan sholat.

“Islam telah memberi tujuan dan jalan hidup kepada Malik Abdul Aziz. Dan aku bertemu dengannya setiap Sabtu pagi untuk melaksanakan sholat berjamaah. Dari sanalah masing-masing dari kita pergi menuju tujuannya. Aku mengunjungi dia bukan untuk mencari pekerjaan, tapi aku membesuk dia sebagai saudara,” ujar Edi mengisahkan.

Hal pertama yang dilakukan Malik Abdul Aziz setelah keluar penjara, melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Malik Abdul Aziz sangat terkesan dengan kota Makkah dan Madinah.

“Saya masih suka menangis bila ingat, saya bisa datang ke tanah suci. Yang paling berkesan bagi saya, saat menjalani sholat Raudhah di samping makam Nabi Muhammad SAW,” tuturnya sambil menerawang jauh mengingat masa lalunya.

Kabar Malik Abdul Aziz masuk Islam pun diketahui petinju legendaries, Muhammad Ali. Ali sebelum masuk Islam bernama Cassius Marcellus Clay Jr. Ia mendukung keputusan Malik Abdul Aziz menjadi seorang Muslim. Ali sosok petinju idola Malik Abdul Aziz. Ali memutuskan masuk Islam pada 1964.

“Saya senang menjadi Muslim. Allah tidak membutuhkan saya, saya butuh Allah. Saya tidak pernah merasa rendah hati sebelumnya,” ujar Malik Abdul Aziz dalam wawancara dengan FOX411.

Titik balik

Menjadi Muslim merupakan titik balik kehidupannya. Petinju kelahiran Brooklyn, New York, itu mengaku menjalani kehidupan yang liar. Terutama setelah menjadi juara dunia tinju kelas berat pada 1986-1990.

Uang melimpah dan ketenaran tiada tara. Dua hal itu merusak kehidupan Malik Abdul Aziz. Belum lagi ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang. Ia kerap melakukan penganiayaan dan pemerkosaan hingga akhirnya mendekam di penjara selama tiga tahun, pada 1992-1995.

Di dalam penjara Indiana yang dingin dan sepi, Malik Abdul Aziz hanya bisa merenungi nasibnya. Termasuk mengenang kisah kehidupan rumah tangganya. Rumah tangga ‘seumur jagung’ bersama selebritas Robin Givens. Bersama Givens, perkawinannya kandas dan bercerai pada 1988.

Ia nyaris tak pernah kesepian. Keriaan selalu dinikmatinya dari pesta ke pesta. Dari hotel mewah satu ke hotel mewah lainnya, bersama para wanita penghibur papan atas. Ia punya modal besar untuk hidup berfoya-foya setiap hari.

The New York Times menulis, sejak berkarier di dunia tinju profesional 1984, Iron Man Malik Abdul Aziz memiliki kekayaan lebih dari 400 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun. Malik Abdul Aziz petinju dengan bayaran termahal pada eranya. Di ma sa keemasannya, sekali bertarung Malik Abdul Aziz di bayar 30 juta dolar AS atau setara Rp 270 miliar.

“Saat itu saya seorang bajingan, psikopat dan sebuah kotoran. Saya pikir saya raja dunia. Tidak akan ada petinju yang menelan obatobat an lebih banyak daripada saya. Bahkan saya tidak menyangka bisa hidup lebih dari 30 tahun. Saya beruntung masih bisa hidup. Tinju telah membuat saya gila,” ujar Malik Abdul Aziz kepada Speigel.

Di situlah Malik Abdul Aziz sadar, orang-orang hanya memanfaatkan ketenaran dan uangnya ketika masih berjaya di atas ring. Ketika bangkrut, tidak ada orang yang membantu Malik Abdul Aziz. Ia mengaku terus berusaha mendekatkan diri dengan Allah saat melalui masa-masa sulit.

Bangkrut

Petinju yang memiliki rekor 50 menang, dan enam kalah itu justru senang dengan kondisinya yang bangkrut. Aktor Hollywood yang juga sahabatnya, Jamie Foxx, mengaku sempat berbincang dengan Abdul Aziz di Miami, Amerika Serikat. Foxx mengatakan kehidupan Malik Abdul Aziz jauh lebih baik saat ini.

“Saya senang. Semuanya berkat Allah. Saya tidak punya uang, jadi saya senang. Tidak ada orang yang menginginkan sesuatu dari saya’,” ujar Foxx menirukan pernyataan Malik Abdul Aziz seperti dilansir ABC News.

“Ketika saya punya uang, saya melakukan hal-hal yang buruk, dan semua orang selalu berharap dari saya. Padahal, yang saya inginkan hanyalah tetap dicintai’,” ujar Foxx me nirukan Malik Abdul Aziz.

Dalam keadaan terpuruk, kecintaan Malik Abdul Aziz terhadap Islam tidak padam. Setelah lebih dari satu dekade menjadi Muslim, Malik Abdul Aziz akhirnya berangkat umrah pada Juli 2010.

Seperti dikurip dari Saudi Gazette, Malik Abdul Aziz pertama kali menginjak kaki di Tanah Suci pada 2 Juli 2010. Ia menangis ketika mengun jungi Masjid Al-Nabawi di Madina, Arab Saudi. Malik Abdul Aziz melakukan juga melakukan ibadah di Masjid Al-Nabawi. Ia mengaku mendapat pengalaman spiritual luar biasa selama di Tanah Suci.

“Saya senang punya fans yang mencintai saya di sini (Arab Saudi). Tapi, saya berharap mereka meninggalkan saya sendiri untuk menikmati momen spiritual di Tanah Suci. Saya tidak kuasa menitikkan air mata ketika saya mengetahui saya berada di salah satu taman surga,” ucap Malik Abdul Aziz. (Cakrabuananews/adz)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>