Published On: Rab, Mar 16th, 2022

Menlu Rusia: Ada harapan dalam pembicaraan damai dengan Ukraina

Share This
Tags

Lavrov mengatakan penilaiannya didasarkan pada informasi yang diberikan oleh delegasi Rusia dalam pembicaraan damai dengan Ukraina

MOSKOW 

Moskow, Cakrabuananews – Perundingan damai Rusia-Ukraina tidak mudah, tetapi ada harapan untuk menemukan kompromi, ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Rabu.

S4ebagaimana dilaporkan Anadolu, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Saluran TV RBC Rusia, Lavrov mengatakan penilaiannya didasarkan pada informasi yang diberikan oleh delegasi Rusia dalam pembicaraan damai dengan Ukraina.

“Saya dipandu oleh penilaian yang diberikan oleh negosiator kami. Mereka menyatakan bahwa negosiasi tidak mudah karena alasan yang jelas, namun tetap ada harapan untuk menemukan kompromi,” kata Lavrov.

Dia kemudian menambahkan beberapa perwakilan delegasi Ukraina telah memberikan penilaian serupa.

Lavrov mengatakan terlalu dini berbicara tentang pertemuan di tingkat menteri luar negeri.

Dia mengklaim bahwa politisi Ukraina menggunakan acara tersebut untuk mendapatkan publisitas dan menuntut keputusan di tingkat yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, Lavrov menyebutkan pertemuan terakhirnya dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di sela-sela Forum Diplomasi Antalya di Turki.

Dia mengatakan seluruh pertemuan Kuleba yang berlangsung sekitar satu setengah jam hanya mengulangi pernyataan publik yang telah dia buat sebelumnya.

Selama pertemuan — yang diadakan dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu — Lavrov mengatakan bahwa meskipun dia mendengar apa yang tidak didengar di depan umum, Kuleba “tidak mengajukan ide-ide baru.”

Dia menekankan bahwa pertemuan tingkat tinggi diselenggarakan untuk mengatasi masalah sulit yang tidak dapat diatasi dengan cara lain.

Lavrov juga mengatakan format yang bekerja di Belarus saat ini paling efektif dan para negosiator hampir menandatangani kesepakatan.

Dia menyatakan harapan bahwa Kyiv tidak akan mengubah posisinya pada saat-saat terakhir.

Ditanya tentang upaya mediasi oleh beberapa negara, diplomat itu mengatakan Prancis, Israel, Swiss, dan Turki telah menawarkan mediasi.

“Usulan dari negara-negara yang tidak memainkan permainan Russophobia, memahami akar penyebab krisis saat ini, memahami bahwa kita berbicara tentang kepentingan nasional yang mendasar – kepentingan sah Federasi Rusia – dan yang tidak ikut dalam perang ini. , tentu saja, kami mempertimbangkan proposal ini secara positif,” kata Lavrov.

Dia mencatat bahwa Israel dan Turki tidak bergabung dengan sanksi anti-Rusia sehingga Rusia memandang upaya mereka dengan baik. (adz/cakrabuananews)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>